Tahapan Investasi

Tahap - Tahap Dalam Melakukan Investasi

Investasi merupakan tindakan konsumsi yang ditunda atau ditangguhkan. Ketika seorang individu membeli surat berharga, misal saham atau obligasi, maka ia dikatakan melakukan investasi, dikarenakan ia tidak menghabiskan semua uangnya untuk membeli barang-barang konsumsi saat ini. Arah atau tujuan penundaan konsumsi ini adalah harapan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dari nilai penundaan ini.

Tidak ada suatu investasi yang tidak mengandung risiko. Risiko yang muncul dari setiap jenis investasi terkait dengan ketidak-pastian nilai yang diciptakan investasi tersebut di masa yang akan datang. Oleh karena itu penting bagi seseorang yang akan menginvestasikan dananya melakukan pengelolaan yang baik atas investasi yang akan dijalankannya, melalui apa yang dinamakan proses investasi. Diharapkan dengan melakukan tahapan-tahapan dalam proses investasi tersebut dengan konsisten, investor akan memperoleh hasil yang optimal.

Pada dasarnya ada lima proses investasi, proses tersebut yaitu:

1. Penyusunan Tujuan Investasi

Tetapkan terlebih dahulu apa yang akan diinginkan untuk dicapai berkenaan dengan dana yang akan diinvestasikan. Sebagai contoh, orang tua yang menginginkan anaknya agar dapat kuliah pada 10 tahun yang akan datang, mungkin akan dihadapkan pada berbagai pilihan investasi untuk mewujudkan keinginannya tersebut, yaitu apakah akan menanamkan dananya pada obligasi, asuransi, atau saham preferen.

2. Menetapkan Tingkat Risiko

Dalam tahap ini, seorang investor harus menempatkan dirinya pada pilihan risiko yang dia berani menanggungnya, yaitu apakah dia mau risiko yang besar, sedang atau yang kecil.

3. Estimasi Risiko Dan Pengembalian Dari Investasi

Tahap ini merupakan tahap yang penting dan kritis dalam proses investasi. Dengan tehnik tertentu, dapatlah ditentukan besarnya risiko serta tingkat pengembalian yang diharapkan dari masing-masing jenis investasi.

4. Membentuk Portofolio Yang Optimal

Portofolio merupakan kumpulan dari beberapa jenis investasi. Pembentukan portofolio ini dilakukan dalam rangka untuk mengurangi risiko. Karena ada berbagai portofolio yang mungkin untuk dibentuk, tentunya portofolio mana yang dipilih adalah portofolio yang dengan tingkat risiko tertentu dapat memberikan tingkat pengembalian yang tertinggi, atau portofolio dengan tingkat pengembalian tertentu tapi dengan risiko yang terendah.

5. Memeriksa Kinerja Investasi

Akhirnya, tiap periode investor harus memeriksa hasil portofolionya, dalam rangka untuk menentukan apakah tujuan telah dicapai. Apabila hasil investasi tidak sesuai dengan yang diharapkan, perlu kiranya dilakukan perbaikan portofolio. Pada tahap ini perlu kiranya investor melakukan perbaikan analisis sekuritas dan tehnik seleksi portofolionya.

http://dpmptsp.bengkuluprov.go.id